Posted by: fadilarahim | May 27, 2010

WASIAT 3

Hendaknya Tidak Membunuh Anak Dikarenakan Takut Miskin

Membunuh orang dengan sengaja tanpa dengan cara yang baik itu dosanya lebih besar daripada berhianat kepada kedua orang tua, apalagi yang dibunuh itu adalah anaknya sendiri tentu itu lebih besar lagi.

Allah berfirman:

وَلا تَقْتُلُوا أَوْلادَكُمْ مِنْ إِمْلاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. (QS. Al-An’am: 151)

Juga firman Allah dalam surat al-isra’.

وَلاَ تَقْتُلُواْ أَوْلادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُم إنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْءاً كَبِيراً

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (QS. Al-Isra’: 31)

Dalam ayat di atas Allah SWT melarang membunuh anak dikarenakan takut miskin, hal ini dikarenakan Allah SWT menjanjikan rizki bagi kita. Dan semua makhluk hidup yang ada di dunia ini rizkinya dari Allah.

Sebagaimana firman Allah:

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya . Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). (QS. Az-Zumar: 6)

Rasulullah bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ قَالَ أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ قَالَ ثُمَّ أَيُّ قَالَ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ وَأَنْزَلَ اللَّهُ تَصْدِيقَ قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ }

“Dari Abdullah dia berkata; saya bertanya; Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar? Beliau menjawab: “Kamu menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Dia adalah yang menciptakanmu.” Kemudian apalagi?” beliau bersabda: “Kamu membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu.” Dia berkata; “Kemudian apalagi?” beliau bersabda: “Kamu mencinahi isteri tetanggamu sendiri.” Dan Allah telah menurunkan kebenaran sabda Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam Dan orang-orang yang tidak menyeru Allah dengan tuhan-tuhan yang lain. QS Al Furqan; 68.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada zaman jahiliyyah kala banyak sekali diantara mereka membunuh anak-anaknya, hal ini dikarenakan ada dua kemungkinan, diantaranya adalah:

Sebab pertama: Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas, dikarenakan takut miskin.

Sebab kedua: Aib atau cela.

Yang pertama, mereka yang membunuh anaknya dikarenakan takut miskin, mereka membunuh anaknya baik yang laki-laki maupun perempuan, hal ini dikarenakan takut memberatkan keluarganya ketika memberi nafkah.

Yang kedua, mereka yang membunuh anaknya dikarenakan merasa aib atau cacat, ia hanya membunuh anak perempuannya dan membiarkan yang laki-laki.

Allah berfirman:

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (58) يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ (59)

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (QS. An-Nahl: 58-59)

Bagi bapak yang membunuh anaknya, apakah ia diqishos?

Jika ada seorang bapak yang miskin, ia dikaruniai anak laki-laki atau perempuan kemudia ia membunuhnya dikarenakan ia tidak mempunyai harta untuk menafkahinya, apakah bapaknya dibunuh atau tidak?

Sebagian ulama’ berpendapat bahwa ia dibunuh apabila melakukannya dengan sengaja, berdasarkan keumuman ayat, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh”. (QS. Al-Baqarah: 178)

Rasulullah bersabda:

لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ النَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالثَّيِّبُ الزَّانِي وَالْمَارِقُ مِنْ الدِّينِ التَّارِكُ لِلْجَمَاعَةِ

“Darah seorang muslim yang telah bersyahadat laa-ilaaha-illallah dan mengakui bahwa aku utusan Allah terlarang ditumpahkan selain karena alasan diantara tiga; membunuh, berzina dan dia telah menikah, dan meninggalkan agama, meninggalkan jamaah muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mereka berpendapat bahwa seorang laki-laki apabila membunuh anaknya, maka ia terkena dua kelaliman, pertama ia putus hubungan, kedua pembunuhan maka ia dibunuh berdasarkan madzhab imam Malik.

Akan tetapi kebanyakan ulama’ berpendapat bahwa: apabila seorang bapak membunuh anaknya maka ia tidak dibunuh, mereka berdalil dengan hadits yang sangat terkenal dikalangan ulama’. Rasulullah bersabda:

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُقْتَلُ الْوَالِدُ بِالْوَلَدِ

“Dari Umar bin Khaththab, ia berkata; “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang tua tidak dibunuh karena pembunuhannya terhadap anaknya.” (HR. Ibnu Majah)

Hadits di atas didho’ifkan oleh banyak ulama’ mereka juga mengatakan bahwa orang tua sebagai wasilah adanya anak, permasalahan ini sering didiskusikan dari kalangan ahli fikh, yang menjadi pembahasan kita pada makalah ini, larangan membunuh anak dikarenakan takut miskin.


Responses

  1. Sungguh pemikiran yang salah besar jika ada orangtua tidak ingin punya anak lagi dengan alasan biaya hidup yang mahal,karena anak itu adalah anugerah dari Allah yang dititipkan kepada kita,dia bisa menjadi teman disaat kita senang dan disaat kita susah…….kebahagiaaan itu tidak bisa dinilai dari banyaknya harta,tapi bagaimana kita mensyukuri atas apa yang telah diberikan Allah kepada kita.

  2. yaa…makasih ya…telah ngash pencerahan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: