Posted by: fadilarahim | May 23, 2010

UMAT ISLAM DIBURU

UMAT ISLAM DIBURU

(Mengungkap Sandiwara Destasemen Khusus 88 Terhadap Pengepungan Teroris Di Solo)

Oleh: Fadila Rahim

Sudah menjadi sunnatullah, dari awal diturunkannya syare’at di muka bumi ini, kebenaran menjadi sasaran utama kebathilan. Kedua belah pihak ini senantiasa akan terus pertikai, umur pertikayannya setara dengan umur manusia, selama masih ada manusia di muka bumi ini, kebenaran dan kebatilanpun akan menyertainya. Hal ini selaras dengan firman Allah yang berbunyi:

الَّذِينَ آَمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, Karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” (an-Nisa’: 76)

Sekilas kita tengok sejarah perjalanan ummat terdahulu, Nabi Musa dikejar-kejar oleh fir’aun, Nabi Ibrahim dibakar dengan kayu bakar oleh Raja Namrud, Nabi Isa dikejar-kejar oleh raja bekerja sama dengan orang Yahudi, bahkan Nabi kita Muhammad SAW dilempari batu ketika dakwah ke Tho’if.

Begitu juga yang terjadi pada ulama’-ulama’ kita, demi menyebarkan dakwah al-islamiyah ini, mereka lera keluar masuk penjara. Seperti yang menimpa pada Imam Ahmad bin Hanbal, Ibnu Taimiyyah, Sayyid kutub, dan lain sebagainya. Diantara mereka bukan hanya dipenjara, tapi siksaan demi siksaan mereka rasakan bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengakhiri hidupnya dipenjara dari saking dahsyatnya hukuman yang diterimanya. Semuga Allah menerima amal dan perbuatannya.

Hal yang sama, seperti yang dirasakan para Masyaekh dan asatidz, baik yang di dalam negri maupun yang di luar Negri. Dengan tuduhan yang semena-mena tanpa ada bukti yang akurat mereka harus menjalani hukuman dan siksaan di penjara. Sekali lagi kita katakan, itu merupakan sunnatullah yang senantiasa selalu terjadi.

Tapi anehnya pada saat ini, kaum muslimin jadi barang buruan bahkan yang memburu bukan saja orang kafir, melainkan tidak sedikit dari umat islam yang ikut ikutan mencari, mereka terkecoh denga istilah-istilah yang datangnya dari orang yang tidak bertanggung jawab. Seperti istilah TERORIS yang didengang dengungkan oleh para kafirin barat. Bahkan mereka terlena dengan iming-iming sekian juta bagi yang mendapatkan DPO versi mereka. Mereka tidak takut dengan ancaman Allah yang berbunyi:

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيماً

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.(an-Nisa’: 93)

Penulis cukup mengulas dada, ketika membaca cerita tulisan wartawan tentang kasus penangkapan teroris di solo, suatu kisah yang tidak lucu dan tidak semestinya terjadi di negri kita, yang mana kabarnya sudah semakin maju dan penduduknya semakin berpendidikan.

Berikut kita simak tuturan seorang wartawan yang kita kutip dari http://forum.detik.com/showthread.php?t=185575

Ada banyak kejanggalan dalam operasi penggerebegan teroris di Solo hari ini. Ada apa sebenarnya?

Beberapa hari terakhir masyarakat kembali dikejutkan oleh operasi penangkapan dan penembakan teroris. Pekan lalu, belasan orang ditangkap di kawasan Pejaten, yang hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari markas Badan Intelijen Negara (BIN). Rabu siang lalu (12/5) sekelompok orang ditangkap di Cikampek, Jawa Barat, dan menewaskan dua orang di antara mereka. Beberapa jam kemudian, tiga tersangka teroris juga diterjang timah panas polisi dan tewas saat turun dari taksi di keramaian jalan Sutoyo Siswomihardjo, kawasan Cililitan, Jakarta Selatan.

Lewat corong media massa, polisi mengatakan bahwa mereka adalah tersangka teroris. Awalnya polisi baru mengatakan bahwa mereka terlibat dalam kasus teroris Aceh yang ditangkap dan didor dua bulan lalu. Belakangan, polisi mengatakan bahwa mereka juga terlibat kasus bom Marriott dan bom Kedubes Australia. Bahkan kabarnya salah seorang tersangka yang ditembak polisi adalah Umar Patek, salah satu pelaku Bom Bali I, yang sempat diberitakan tewas di Filipina.

Hari ini, Kamis (13/5) polisi ternyata sudah langsung bergerak ke Solo, termasuk komandan lapangan Densus 88 Kombes Muhammad Syafei yang sampai kemarin sore masih berada di Cikampek. Sang Kombes juga sempat memberikan clue kepada tim liputan kami bahwa, “Akan ada gunung meletus di Solo.” Di Solo polisi ternyata menangkap tiga orang tersangka, entah di mana ditangkapnya, kemudian menyerbu sebuah rumah bengkel. Di tempat inilah polisi menemukan sepucuk M-16, pistol, peluru, dan buku-buku jihad (!)… Hmmm… Sigap nian polisi kita.

Namun ada yang menarik dalam penggerebegan teroris di Solo kali ini. Sebab, sebelum penggerebegan itu, polisi sempat menggelar brieffing terlebih dahulu dan persiapan-persiapan seperlunya di sebuah rumah makan. Di tempat itu pula –di pinggir jalan— mereka baru memakai rompi anti peluru setelah melempar-lemparkannya sebentar di antara mereka, memasang sabuk, penutup kepala, senjata api dan persiapan-persiapan lain. Beberapa warga yang melintas sempat menonton mereka show of force, dan terkagum-kagum heran melihat semua persiapan itu. “Wah, iki Densus 88 yo, Mas, edan tenan…,” kata seorang warga.

Acara persiapan pra penyerbuan yang sangat terbuka seperti ini tentu saja jarang terlihat pada penggerebegan sebelumnya. Pada penyerbuan-penyerbuan sebelumnya, biasanya polisi sudah memakai pakaian tempur lengkap dan masuk ke lokasi di malam hari atau pagi buta. Sementara pada acara persiapan tadi pagi, matahari sudah mulai hangat di tengkuk. Saat itu sebenarnya beberapa wartawan cetak dan elektronik sudah mulai berdatangan ke rumah makan itu. Sayang mereka tidak berani mengambil momentum bersejarah ini…

Nah, setelah semua anggota lapangan memakai peralatan rapi, mereka lalu masuk ke mobil dan langsung bergerak. Hanya bergerak sebentar tiba-tiba mobil-mobil Densus 88 itu berhenti. Para anggota lapangan pun bergerak mengepung sekitar lokasi dan kemudian memasuki rumah yang dipakai menjadi bengkel itu. Para wartawan yang mengikuti mereka sampai tergopoh-gopoh karena terkejut. Mereka tidak mengira rumah sasaran sedekat itu. Tahukah anda, berapa jaraknya dari rumah makan tadi? Hanya 200 meter, dan terlihat jelas dari restoran tadi!!

Maka drama penggerebegan yang tidak lucu itu pun terjadi. Para wartawan bisa mendekat ke TKP bahkan sampai ke pintu rumah bengkel tadi. Para anggota Densus 88 itu pun bisa diambil gambarnya dalam jarak dekat. Mereka sama-sekali tidak berusaha menghalangi atau melarang, mereka juga tidak mengusir para wartawan. Para petugas membiarkan para cameraman televisi mengambil gambar hingga di pintu rumah itu, dan bisa mengambil gambar ketika anggota densus 88 berada di salah satu ruangan.

Dalam rekaman para cameraman televisi, Lazuardi reporter/cameraman Metro TV dan Ecep S Yasa, dari TV-One tampak diberi privilege untuk mengambil gambar terlebih dahulu dari wartawan lain. Meskipun demikian mereka juga sempat disuruh keluar terlebih dahulu, “Nanti dulu-nanti dulu, belum siap,” kata seorang anggota Densus 88. Para wartawan sempat bertanya-tanya, apanya yang belum siap. Namun ketika boleh masuk, para wartawan melihat bahwa barang bukti sudah tersusun rapi di lantai.

Barang bukti yang tertata rapi siap diphoto wartawan

Yang sangat menarik, bagi wartawan yang sudah biasa meliput penangkapan teroris, tampak jelas dari bahasa tubuh mereka, bahwa para anggota Densus 88 itu tidak menunjukkan tanda-tanda stres yang menyebabkan adrenalin melonjak. Mereka tampak lebih santai dari pada ketika mereka menggerebeg tersangka teroris sebelumnya. Bahkan mereka menunjukkan kegembiraan yang janggal ketika saling mengacungkan jempol, tos dan sebagainya, setelah operasi dinyatakan berhasil.

Perilaku yang aneh juga tampak ketika para perwira Densus 88 termasuk komandan lapangan mereka, Kombes Muhammad Syafei datang ke rumah bengkel itu dan mau diambil gambarnya oleh para wartawan, bahkan dalam posisi close-up. Padahal selama ini dia dikenal paling alergi dengan kamera wartawan. Tak segan-segan ia menyuruh wartawan mematikan camera atau menghapus gambar yang ada dirinya.

Kejanggalan pun semakin lengkap ketika beberapa warga mengakui bahwa sebenarnya sehari sebelumnya rumah bengkel itu sudah didatangi sejumlah orang bertampang tegap, yang menurut warga adalah polisi…. “Ya mirip mereka-mereka itu, mas…,” kata mereka.

Lalu, apa artinya semua ini?

Tapi saudaraku yang dimuliakan oleh Allah, janganlah kita merasa kecil hati, karena makar mereka sebenarnya tidak seberapa dibandingkan dengan makar Allah.

Allah berfirman:

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُواْ لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِي

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.(al-Anfal: 30)

Demikianlah semuga bermanfaat, Wallahu a’lam bish showab.

Bekasi, 23-05-2010.


Responses

  1. ocey………bangetz…………….!!
    sangat setuju,,,

  2. artikel2 seprti sangat bermanfaat..,n saya suka…mudah2an manfaat..,maksih

  3. lakukanlah yg mesti dilakukan jika itu sesuatu yg haq, tapi jgn ikuti sesuatu yg sesuatu yg tidak kamu ketahui tentangnya…,barang siapa menghukum orang lain dan sementara dia tidak melakukannya mak tunggulah akan balasn ALLAH..,

  4. nice blog… lanjutkan pak


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: