Posted by: fadilarahim | May 5, 2010

Pluralisme Versi Syafi’i Maarif

Pluralisme Harus Dijaga

JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif sepakat bahwa prinsip pluralisme harus terus dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pluralisme menunjukkan kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, Syafii heran bila banyak pihak menilai pluralisme sebagai prinsip yang haram.

Dalam peluncuran buku ‘Muhammadiyah Gerakan Pembaruan’ di Gedung Joeang, Jumat (23/4/2010), Syafii menilai bahwa pluralisme menunjukkan tingkat intelektualisme di suatu bangsa. Menurutnya, intelektualisme itu sama dengan pluralisme.

“PLURALISME KENAPA DIHARAMKAN ITU KAN TAK LAIN DARI TIDAK MENGAKUI KEMAJEMUKAN. NANTI KATANYA AKAN PINDAH AGAMA, ITU PAHAM SIAPA? CERDAS DIKITLAH…” UNGKAP PRIA YANG KERAP DISAPA BUYA INI.

Syafii memastikan negara atau masyarakat tanpa pluralisme akan menghasilkan kondisi yang berantakan. Baginya, setiap insan yang ingin melintasi abad harus berpikir cerdas. Maka, dia juga menilai pentingnya muncul majelis tarjih dan kemerdekaan berpikir di tengah-tengah PP Muhammadiyah.

Demikianlah pernyataan Syafi’I Maafif di kompas pada: Jumat, 23 April 2010 | 20:12 WIB.

Ada kesamaan yang disampaikannya pada situs Republika.co.id, berikut pernyataannya.

Menyamakan Intelektualisme dengan Pluralisme

JAKARTA–Mantan ketua umum PP Muhammadiyah, Syafi’i Ma’arif atau yang biasa disapa Buya Ma’arif berharap ulama memperbaiki pandangannya terhadap pluralisme. Dia mengatakan, saat ini banyak pemuka agama Islam yang berpandangan miring terhadap konsep pluralisme.

“Pluralisme adalah kemajemukan, intelektualisme sama dengan pluralisme,” ujar Buya dalam acara peluncuran buku bertajuk ‘Muhammadiyah Gerakan Pembaruan’ di Gedung Joeang, Cikini, Jakarta, Jumat (23/4) malam. Pandangan miring para ulama tersebut, ujarnya, terlihat dalam penyikapan terhadap gerakan pluralisme di Indonesia. “Banyak ulama yang ndak paham (pluralisme), tapi langsung menghukum,” terangnya.

Dia mengatakan, Islam adalah agama yang bersumber dari Tuhan. “Kalau manusia tidak mampu menjaga Islam, Allah yang menjaga,” ucap pendiri Maarif Institute tersebut. Sementara itu, mengenai hasil judicial review oleh Mahkamah Konstitusi terhadap UU Penodaan Agama, dia berharap masyarakat dapat menerimanya. “Terima sajalah dulu, nanti kalau mengenai pasal-pasal yang dianggap memberatkan dapat diperbaiki,” tutur dia.

Pernyataan ini ia sampaikan di rebuplika co.id pada: Sabtu, 24 April 2010, 14:31 WIB.

Tanggapann

Alasan Syafi’I Ma’arif bahwa Pluralisme itu harus dijaga dan dipelihara, dikarenakan Pluralisme menunjukkan kemajuan suatu bangsa, kita tanyakan pada pak Syafii Maarif, dimana letak kemajuan untuk bangsa? Terus apa kaitannya dengan Pluralisme?

Pernyataan pak Syafi’I bahwa “intelektualisme itu sama dengan pluralisme.” Kita tanya dari segi mana letak kesamaannya? Kenapa pak Syafii mengambil kesimpulan demikian?

Anehnya pernyataanya malah menanyakan KENAPA DIHARAMKAN, ini terbukti Syafi’I Maarif tidak memahami agama Islam, dan belum membaca al-Qur’an secara kesuluruhan, kalau toh sudah membaca berarti ia tidak memahaminya dengan baik, ia malah keburu buru menyamakannya dengan agama yang lain.

Jelas jelas Allah SWT berfirman yang bunyinya:

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imran: 85)

Masalah kemajmukan kita tanyakan pada pak Syafi’I kemajmukan yang bagaimana menurut Pak Syafi’i? mana buktinya mereka yang berfaham pluralisme bisa hidup majmuk?

Pernyataan Pak Syafi’I NANTI KATANYA AKAN PINDAH AGAMA, ITU PAHAM SIAPA? Ya jelas otomatis dan itu paham islam, masa kita menyamakan antara yang beriman kepada Allah dengan yang Kufur, yang taat sama yang melanggar, yang merusak sama yang memperbaiki. Kalau itu kita samakan justru tidak adil. Makanya Allah menempatkan orang kafir itu nanti di neraka sebagaimana firman Allah:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al-Bayyinah: 6)

Jika Pak Syafi’I mengaku orang yang cerdas gara-gara mengadopsi paham ini, kita tanyakan pada pak syafi’I, adakah diantara agama-agama yang meneriman paham ini? Agama apa kitab sucinya apa tokohnya siapa?

Kemudian kita tanyakan lagi, sudahkan Pak Syafi’I maarif mempelajari agama-agama yang ada? Kok bisa langsung membenarkan Pluralisme, sejauh mana ia pelajari. Hal ini sudah tidak akan mungkin ia lakukan, yang jelas kalau penulis menanggapi pernyataan beliau ini sudah jelas nyelenih bahkan ASMA (asal mangap).

Lebih baiknya Syafi’I Maarif mengatakan Pluralisme harus diberantas dan dihanguskan karena bertentangan dengan agama ISLAM.


Responses

  1. Ustadz izin share.. ^_^

  2. Ustadz izin share ya.. ^_^

  3. ustadz sombong!
    Bgmn cara anda memperlajari Islam dan memahami Al-Quran saja mudah kelihatan kalo anda ini dangkal. Kalo anda menggunakan QS.Ali Imran 85 sbg rujukan, skrg saya tanya siapa bilang Pluralisme itu agama?? Cari buku yg benar dulu ttg pluralisme baru anda berusaha memvonis Buya.
    Kalo anda mau sedikit melihat dg jernih justru lahirnya faham pluralisme adl utk mewadahi kemajemukan tsb,, pertanyaan anda skrg sy balik, bisakah manusia2 spt anda menyikapi kemajemukan??
    Ustadz ASPLAK.. asal njeplak!

    • tidak perlu dijawab, dari awal saja anda sudah arogan dan bertindak tak sopan. sudah nampak orang tidak berilmu. okeeeee?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: