Posted by: fadilarahim | April 30, 2010

JIHAD TANPA IMAM 2

Setiap orang yang berjihad di jalan Alah berarti telah mentaati Allah dan melaksanakan hal yang difardhukan oleh Allah. Seorang imam tidak akan menjadi imam kecuali dengan jihad. Jadi bukan tidak ada jihad tanpa  adanya imam. Yang benar adalah kebalikan yang kamu katakan hai laki-laki. Allah telah berfirman :

قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ أَنْ تَقُوْمُوْا للهِ مَثْنَى وَفُرَادَى

Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal  saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua  atau  sendiri-sendiri; (34:46)

Allah juga berfirman:

وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ

” Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari  keridhaan)  Kami,   benar-benar  akan  Kami tunjukkan  kepada  mereka  jalan-jalan  Kami.” (29:69)

Dalam hadits :

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي …

“ Akan senantiasa ada sekelompok umatku…”. Thoifah (sekelompok umat Islam yang berjihad di atas kebenaran) ini, al hamdu lilah, ada dan berkumpul di atas kebenaran, mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut celaan orang-orang yang mencela. Allah berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآَئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“ Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad  dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah  mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah  lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap  orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut  kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah,  diberikan-Nya  kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas  (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (5:54). Maknanya Allah Maha Luas karunia dan pemberian-Nya, Maha Mengetahui siapa yang layak untuk berjihad.

Pengalaman-pengalaman dan dalil-dalil yang menunjukkan batilnya pernyataanmu sangat banyak sekali terdapat dalam Al Qur’an, as sunah, sirah dan akhbar. Perkataan para ulama yang mengerti dalil-dalil dan atsar hampir tidak tersembunyi (karena begitu jelasnya-pent) atas diri orang yang bodoh sekalipun, jika ia mengetahui kisah shahabat Abu Bashir ketika ia berhijrah, lalu orang-orang Quraisy menuntut Rasulullah untuk mengembalikan Abu Bashir kepada mereka berdasarkan syarat dalam perjanjian Hudaibiyah. Abu Bashir meloloskan diri dari mereka setelah membunuh dua orang musyrik yang datang untuk membawanya.

Ia kembali ke pantai ketika mendengar Rasulullah bersabda :

وَيْلُ أُمِّهِ مُسْعِرُ حَرْبٍ لَوْ كَانَ مَعَهُ غَيْرُهُ

“ Duhai ibunya, ia bisa menyalakan peperangan seandainya bersamanya ada orang lain.”

Maka Abu Bashir menghadang kafilah-kafilah Quraisy yang datang dari Syam. Ia merampas dan membunuh. Ia indipenden memerangi mereka tanpa Rasulullah, karena mereka terlibat perjanjian gencatan senjata dengan Rasulullah. –Beliau menceritakan kisahnya secara panjang lebar— Apakah Rasulullah bersabda kepada mereka (Abu Bashir dan kawan-kawan),” Kalian telah berbuat salah karena memerangi orang Quraisy tidak bersama imam ?

Subhanallah, alangkah besarnya bahaya kebodohan atas diri orang yang bodoh ? Kami berlindung kepada Allah dari menentang kebenaran dengan kebodohan dan kebatilan. Allah berfirman :

شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَاوَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ

“Dia  telah  mensyari’atkan  bagi  kamu  tentang  agama  apa  yang  telah  diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu  dan apa yang telah Kami wasiatkan  kepada Ibrahim,  Musa  dan  Isa  yaitu  : Tegakkanlah  agama  dan janganlah kamu berpecah belah  tentangnya.” (42:13)[1]

Adalah lucu meninggalkan jihad dengan alasan tidak ada imam syar’i karena imam syar’i tidak akan ada bila tidak diangkat. Imam syar’i bukanlah hujan yang turun dari langit, ia akan ada dengan usaha dari umat Islam. Karena itu, umat Islam yang mampu berjihad harus tetap berjihad dan mereka mengangkat salah seorang di antara mereka yang capable sebagai imam (pemimpin) yang mengatur dan memimpin mereka. Pemimpin yang dipilih hendaklah yang paling mampu, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Abdurahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab :

“Setiap orang yang melawan musuh dan bersungguh-sungguh menahannya, maka ia telah berjihad, inim hal yang pasti. Setiap thoifah (kelompok) yang berbenturan dengan musuh-musuh Allah, mereka harus mempunyai pemimpin-pemimpin yang menjadi tepat kembali dan mengatur mereka. Sedang orang yang paling berhak memimpin adalah orang yang menegakkan dien, orang yang paling mampu kemudian orang  yang kemampuannya dibawahnya, sebagaimana hal ini telah menjadi realita. Jika manusia mengikutinya, mereka bisa melaksanakan hal yang wajib, maka terjadilah saling menolong dalam kebajikan dan taqwa dan akan kuatlah urusan jihad. Adapun jika manusia tidak mengikutinya, maka mereka berdosa besar karena mereka menghinakan (menjadi sebab hinanya) Islam.

Adapun orang yang melaksanakannya (pemimpin kelompok jihad tadi), semakin sedikit pembantu dan penolongnya akan semakin besar pahala baginya sebagaimana ditunjukkan oleh al kitab, as sunah dan ijma’. Allah berfirman :

وَجَاهِدُوْا فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ

“ Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.” [Qs. Al Hajj:78].

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا …

“ Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” [Qs. Al Ankabut :69].

أُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقَاتَلُوْنَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوْا..

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnaya mereka telah dianiaya.” [Qs. Al Hajj :39].

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَنْ دِينِهِ

“ Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad  dari agamanya…” [Qs. Al Maidah ;54].

فَاقْتُلُوْا الْمُشْرِكِيْنَ….

“ Maka bunuhlah orang-orang musyrik…” [QS. At Taubah :5].

كَمْ مِنْ فِئَةٍ..

“ Berapa banyak kelompok yang sedikit mengalahkan kelompok yang banyak dengan idzin Allah.” [Qs. Al Baqarah :249].

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلَى الْقِتَالِ..

“ Wahai nabi, kobarkanlah semangat kaum beriman untuk berperang.” [QS. Al Anfal :65].

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ….

“ Diwajibkan atas kalian berperang.” [QS. Al Baqarah :216].

Tidak diragukan lagi, bahwa kewajiban jihad akan tetap ada sampai hari kiamat  dan yang terkena kewajiban ini adalah kaum mukminin. Jika ada thoifah yang berkumpul an mempunyai kekuatan, kelompok ini wajib berjihad fi sabilillah sesuai kemampuannya. Sekali-kali kewajiban jihad tidak gugur dari kelompok tersebut, tidak juga gugur atas semua kelompok, berdasar ayat-ayat yang telah disebutkan, juga berdasar hadits “ Akan senantiasa ada sekelompok umatku.”

Maka dalam al kitab dan as sunah tidak ada dalil yang menunjukkan jihad itu gugur dalam suatu kondisi tertentu (seperti syubhat tidak ada khalifah—pent), atau jihad itu wajib satu pihak dan tidak wajib atas pihak yang lain, kecuali pengecualian yang disebutkan dalam surat al Baraah.[2] Perhatikanlah firman Allah :

وَلَيَنْصُرَنَّ اللهُ مَنْ يَنْصُرُهُ

“ Dan Allah benar-benar akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya.” [Qs. Al Hajj :40].

وَمَن يَتَوَلَّ اللهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

“Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” [Qs. Al Maidah :56].

Semua ayat ini menunjukkan makna umum tanpa pengkhususan, maka ke manakah perginya akal kalian dari Al Qur’an ini ? Engkau telah mengetahui dari penjelasan yang telah lewat bahwa khithab Allah mengenai setiap mukallaf baik yang terdahulu maupun orang yang belakangan, dan bahwasanya dalam Al Qur’an ada khithab tentang sebagian syariat dengan lafal yang khusus namun maksudnya umum[3], seperti firman Allah Ta’ala :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَ الْمُنَافِقِيْنَ

“ Wahai nabi, berjihadlah memerangi orang-orang kafir dan munafiq.” [Qs. At Taubah : 73].

Penjelasan tentang hal ini telah lewat, Al hamdu lillah, hal ini telah diketahui di kalangan ulama, bahkan di kalanagn setiap orang yang belajar ilmu dan hukum. Karena itu kami cukupkan dengan penjelasan ini saja. Wabillahi Taufiq.”[4]

Syaikh Abu Bashir Musthofa Abdul Mun’im Halimah menerangkan kebatilan pensyaratan jihad harus bersama kholifah ini dengan menyebutkan berbagai dalil ::

* Firman Allah Ta’ala :

) فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْساً وَأَشَدُّ تَنْكِيلاً (

“Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya).” [QS. An Nisa’ :84].

Ini adalah nash yang menunjukkan bahwasanya jihad akan tetap berlanjut meskipun oleh seorang secara sendirian !!! Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan,” Maknanya janganlah kamu meninggalkan jihad melawan musuh dan melawan mereka demi menolong kaum mukmin yang tertindas, sekalipun kamu hanya sendirian karena Allah telah memberi janji beliau dengan kemenangan. Imam Az Zujaj berkata,” Allah Ta’ala memerintahkan Rasul-Nya untuk berjihad sekalipun ia berperang sendirian karena Allah telah menjamin beliau akan meraih kemenangan. Imam Ibnu ‘Athiyah berkata,” Inilah makna dhahir lafal ayat, hanya saja tidak ada sebuah haditspun yang menunjukkan bahwa jihad wajib atas beliau saja dan tidak wajib atas umatnya untuk suatu masa tertentu. Makna ayat ini, wallahu a’lam, bahwasanya khithab ayat ini secara lafal ditujukan kepada beliau. Ini seperti perkataan yang ditujukan kepada perorangan. Artinya, kamu wahai Muhammad dan setiap orang dari umatmu, katakan kepadanya “Berperanglah di jalan Allah, engkau tidak dibebani kecuali atas dirimu sendiri.”

Karena itu sudah sewajarnya bagi setiap mukmin untuk berperang walaupun sendirian. Ini ditunjukkan juga antara lain oleh sabda  Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam :

وَاللهِ لَأُقَاتِلَنَّهُمْ حَتَّى تَنْفَرِدَ سَالِفَتِيْ

“ Demi Allah, aku akan tetap memerangi mereka meski tinggal leherku saja (bahasa kiasan untuk mati).” Juga perkataan Abu Bakar saat terjadi peristiwa kemurtadan penduduk arab,”Seandainya tangan kananku menyelisihku, aku akan tetap berjihad melawan mereka dengan tangan kiriku.” [5]

* Allah berfirman :

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التَّوْرَاةِ وَالْأِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.“ [QS. At Taubah :111].

Jual beli ini telah sempurna, mencakup seluruh rentang masa hidup orang mukmin, tidak boleh dinihilkan ataupun dibiarkan dalam satu masa tanpa masa yang lain.


[1].  Fatawa  Al Aimmati An Najdiyati IV/158-159.

[2] . Maksud beliau adalah QS. At Taubah (Al Bara-ah) :91-92.

[3] . Dikenal di kalangan ulama dengan istilah “ Al ‘Ibratu bi Umumi Lafdzi laa Bi Khususi Sabab.”

[4] . Fatawa Al Aimmati An Najdiyati  IV/160-162.

[5] . Al Jami’u Li Ahkamil Qur’an 5/293.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: