Posted by: fadilarahim | April 24, 2010

Benarkah homoseksual alami dan halal?

Musdah mulia: “ homoseksual dan homoseksualitas adalah alami dan diciptakan tuhan,karena itu dihalalkan dalam islam” (the Jakarta post edesi jum’at.28/03)

Sepanjang sejarah, manusia telah menghadapi banyak tantangan dan kekacauan. Tetapi, belum pernah mereka menghadapi tantangan yang lebih serius daripada yang ditimbulkan oleh peradaban barat saat ini.

Salah satu contoh problem moral yang terus mengguncang dan memicu kontroversi hebat di barat hingga saat ini adalah problem homoseksualitas. Dunia barat, bahkan kalangan gereja Kristen, kini diguncang hebat dalam soal penentuan batas-batas moral soal homoseksualiatas. Homoseksualitas yang berabat-abad dicap sebagai praktek kotor dan maksiat, oleh agama-agama, justru kemudian diakui sebagai praktek yang manusiawi dan harus dihormati sebagai bagian dari penghormatan hak asasi manusia.  Ungkapan Musdah mulia di atas, merupakan bagian dari peradaban barat yang telah beredar di Negara kita sekarang.

Sebelumnya, dari semarang, sekelompok mahasiswa di Fakultas Syari’ah Islamiyah, IAIN semarang, menerbitkan buku bertajuk ‘indahnya kawain sesama jenis’.  Buku ini secara terang-terangan mendukung dan mengajak masyarakat untuk mengakui dan mendukung legelisasi perkawinan homoseksual.

Pendapat yang dicetuskan Musdah Mulia dan mahasiswa IAIN semarang menjadi pendapat yang paling aneh dari yang pernah muncul. Padahal kalau kita piker dengan akal yang sehat tentunya ini bertentangan degan fitroh manusia. Dari sinilah kami ingin sedikit menjelaskan, bagaimana status homoseks dalam islam? Dan bagaimana agama lain memandangnya.

Hukuman pelaku homoseksual dalam islam

Allah berfirman.

وقَوْله تَعَالَى { إنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ } الْآيَةُ

Rasulullah bersabda:

“siapa saja yang menemukan pria pelaku homoseks, maka bunuhlah pelakunya tersebut.” ( HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’I, Ibnu Majah, al-Hakim dan Baihaki)

Sebenarnya hadits diatas telah cukup sudah cukup untuk dijadikan hujjah, atas hukuman bagi pelaku homoseks. Akan tetapi kami akan memperkuat dengan perkataan ulama’ tentang hal ini. Dalam fatawa lajnah daimah lil buhus ‘anil ‘ilmi wal ifta’: hukuman bagi pelaku homoseks adalah dibunuh.

Sedangkan Abu bakiar jabir al-jazairi: hukuman pelaku homoseks adalah dirajam hingga meninggal dunia, tidak ada perbedaan baik sudah nikah atau belum, sebagaimana sabda rasulullah SAW,

من وجد تموه يعمل عمل قوم لوط فاقتلوا الفاعل والمفعول به, (رواه أبوداود والترمذي)

Barangsiapa yang kalian dapati mengerjakan perbuatan kaum luth, yaitu liwath(sodomi), bunuhlah pelaku dan obyeknya.” (diriwayatkan, dawud dan At-tirmidzi, dan lain-lain. Hadits ini shoheh)

Adapun tatacara pembunuhannya tidak sama dari para shahabat. Ada di antara mereka yang membunuh keduanya dengan membakarnya dengan api dan ada di antara mereka yang membunuhnya dengan merajam dengan batu hingga meninggal dunia. Abdullah bin abbas berkata:,” dicarikan rumah paling tinggi di salah satu desa, kemudian keduanya dijatuhkan dari atasnya dalam keadaan jungkir kemudian dirajam dengan batu.[1]

Hukum orang yang menghalalkan homoseks

Kalau Musdah Mulia dalam tulisannya mengungkapkan, bahwa homoseks dihalalkan dalam islam, berikut ini kami ingin memperjelas lagi bagaimana sebenarnya yang benar.

Syeikh utsaimin menerangkan, seorang yang menghalalkan homoseks, “barangsiapa yang mengingkari diwajibkannya mentauhidkan Allah atau persaksian pada rasulullah atas kerasulannya atau umumnya pada seluruh manusia atau diwajibkannya sholat lima waktu atau zakat atau puasa romadhon atau haji maka dia kafir karena dia berbuat bohong pada Allah dan rasulNya dan ijma’ kaum muslimin, begitu juga siapa yang mengingkari diharamkannya syirik atau membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah atau diharamkannya zina atau liwat(homoseks) atau hamer atau yang lainnya, yang sudah jelas pengharamannya dalam al-qur’an dan hadits, dia juga kafir, karena dia telah berbohong pada Allah dan rasulNya”[2]

Homoseksual manurut agama lain

Tidak diragukan lagi bahwa islam telah melarang perbuatan homoseksual, serta melaknat pelakunya, dan hukuman baginya adalah lebih dahsyat daripada pelaku zina. Ternyata setelah kita menengok pada ajaran agama lain, di Bible juga melarang bahkan mengutuk perbuatan homoseksual dan menghukum pelakunya dengan hukuman mati. Dalam kitab imamat 20:13 disebutkan: “Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri”.

Dalam sejumlah versi Bible, juga dijelaskan, bahwa hukuman buat pelaku homoseksual adalah hukuman mati. The living bible menulis Leviticus, 20:30: “The penalty for homosexual acts is death to both parties. They have brought it upon themselves (hukuman bagi pelaku homoseksual adalah mati untuk kedua belah pihak. Mereka telah membawa hukuman itu atas diri kereka sendiri). ”sedangkan dalam king james version ayat ini ditulis: “if a man also lie with mankind, as he lieth with a woman, both of them have committed an abomination: they shall surely be put to death; their blood shall be upon them (jika seorang pria berbaring dengan pria lain, sebagaimana ia berbaring dengan wanita, keduanya telah melakukan kejahatan: mereka harus dihukum mati; darah mereka harus ditumpahkan),”

Homoseks lebih berbahaya dari zina

Ibnu taimiyah menanggapi hal ini.

مِنْ وَجْهٍ ثَالِثٍ أَنَّ الْكُفْرَ فَسَادُ الْقَلْبِ وَالرُّوحِ الَّذِي هُوَ مَلِكُ الْجَسَدِ وَالْقَتْلُ إفْسَادٌ لِلْجَسَدِ الْحَامِلِ لَهُ وَإِتْلَاف الْمَوْجُودِ,وَأَمَّا الزِّنَا فَهُوَ فَسَادٌ فِي صِفَةِ الْوُجُودِ لَا فِي أَصْلِهِ لَكِنَّ هَذَا يَخْتَصُّ بِالزِّنَا وَمِنْ هُنَا يَتَبَيَّنُ أَنَّ اللِّوَاطَ أَعْظَمُ فَسَادًا مِنْ الزِّنَا . مجموع فتاوى ابن تيمية.

Adapun yang ketiga adalah, bahwasanya kekufuran merusak hati dan ruh yang mana dia merupakan raja dari jasad, dan apabila membunuhnya akan merusak pembawanya yaitu jasad, dia juga mempunyai kerusakan. Adapun zina merupakan kerusakan dari dari segi dhohirnya bukan pada aslinya, akan tetapi ini penghususan untuk zina. Dari sini telah jelas bahwa liwat(homoseks) lebih merusak dari zina.[3]


[1] Abu bakar jabir al-jazairi, minhajul muslim,696.

[2] Lihat, Majalis syahri romadhon, Syeikh Utsaimin.Bab penyebab masuk neraka. Mengingkari suatu kewajiban dari rukun islam, Hal 255.

[3] Majmu’ fatawa 3/383


Responses

  1. perlakuan orang tua sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan anak,janganlah memperlakukan anak laki-laki seperti anak perempuan,misalnya dengan memberikan mainan boneka,memakaikan baju perempuan,dll…..karena itu menjadi salah satu sebab mereka menyukai sesama jenis.

  2. kalau menurut saya seorang yang merasa gay pun kalau dia benar2 percaya dengan hukum allah/al_qur’an dia akan yakin bahwa perbuatan homo seksual itu perbuatan yang keji. Maka sangat aneh bila mereka mengaku sebagai orangberpendidikan tapi pemahamannya menyimpang. Perlu di selidiki juga tuh orang-orang seperti itu.

    • ya makasih….mohon bantuannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: