Posted by: fadilarahim | April 23, 2010

IBNU TAIMIYYAH MUJTAHID PEMBAHARU

DITUTUPNYA PINTU IJTIHAD

Pintu ijtihad telah tertutup. Para ulama’ abad ke empat hijriyah tidak bereaksi terhadap tertutupnya ijtihad tersebut. Pintu ijtihad selalu tertutup dan tidak ada seorangpun yang mengetuknya. Itu berlangsung tidak sebentar. Hingga ada usaha untuk membuka pintu ijtihad kemudian para fuqoha’ berpeluang mengadakan reformasi dan inovasi dengan berfikir baru yang berubah.

Setelah masa itu zaman sudah mulai ditimpa dengan kedhaliman, para penguasa bertindak dektator dan merampas hak-hak rakyat, tipuan dalam jual beli sudah merajarela. Saat itulah para ulama’ didesak untuk dimintai fatwa kemudian keluarlah beberapa ijtihad dari mereka. Akan tetapi semua ijtihad mereka bukan merupakan ijtihad mutlak, melainkan mujtahid mukayyad yang terbatas dengan madzhabnya.

Pada abad kelima ulama’ yang berijtihad adalah Abu Husain Ahmad bin Hamdan al-Baghdadi al-Hanafi, pada abad keenam Hijriya, tampil Qadhi Abu Fadhl Ayyadh bin Musa, penulis buku asy-syifa’u huquqil musthofa dalam fiqih maliki. Pada abad ke tujuh disusul oleh Imam Nawawi Yahya bin Syaraf bin Hasan Muhyiddin Abi Zakariyah An-Nawawi

HAHIRLAH MUJTAHID ABAD KE DELAPAN

Sebelum ini, ijtihad terfokos pada penguatan salah satu dari dua pendapat atau banyak pendapat dalam aliran. Itulah ijtihad yang dikatakan imam Nawawi sebagai ijtihad muqayyad. Kondisi tersebut berlangsung lama sampai tampillah syikhul islam ibnu Taimiyyah.

Beliau ibnutaimiyyah langsung menggali dari sumber ilmu pengetahuan sehingga menjadikannya sebagai ulama’ terdepan pada masanya. Beliau kelihatannya sengaja disiapkan Allah ta’ala untuk menjadi imam dan mujtahid. Beliau bekerja keras dalam istimbat hukum dari dalil-dalilnya. Itulah diantara yang beliau geluti dan beliau mmpunyai ijtihat-ijtihat istemewa dan berbeda dengan pendapat-pendapat aliran yang berkembang ketika itu.

Kalau tidak ada hukum dan fatwa yang bisa diterima oleh jiwa dan hati dalam permasalahan yang terjadi diwilayah dunia islam maka akan mengakibatkan dua hal:

Pertama: kehidupan dan kemaslahatan kaum muslimin berhenti.

Kedua: kaum muslimin membuka pintu-pintu haram tampa sepengetahuannya bahwa pintu-pintu tersebut merupakan pelanggaran terhadap syare’at islam, lalu mereka berani bersentuhan dengan perkara yang haram tampa terbebani sedikitpun.[1]

SEKILAS IBNU TAIMIYYAH

Biografi Beliau

Ia berasal dari keluarga religius. Ayahnya Syihabuddin bin Taymiyyah. Seorang Syaikh, hakim, khatib. Kakeknya Majduddin Abul Birkan Abdussalam bin Abdullah bin Taymiyyah Al-Harrani Seorang Ulama yang menguasai fiqih, ahli hadits, tafsir, ilmu ushul dan penghafal Al Qur’an (hafidz).

Ibnu Taymiyyah lahir di zaman ketika Baghdad merupakan pusat kekuasaan dan budaya Islam pada masa Dinasti Abbasiyah. Ketika berusia enam tahun (tahun 1268), Ibnu Taymiyyah dibawa ayahnya ke Damaskus disebabkan serbuan tentara Mongol atas Irak

Kepribadiannya

Beliau adalah orang yang keras pendiriannya dan teguh berpijak pada garis-garis yang telah ditentukan Allah, mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Beliau pernah berkata: ”Jika dibenakku sedang berfikir suatu masalah, sedangkan hal itu merupakan masalah yang muskil bagiku, maka aku akan beristighfar seribu kali atau lebih atau kurang. Sampai dadaku menjadi lapang dan masalah itu terpecahkan. Hal itu aku lakukan baik di pasar, di masjid atau di madrasah. Semuanya tidak menghalangiku untuk berdzikir dan beristighfar hingga terpenuhi cita-citaku.”

Karya-karya beliau

1. Al-Jawab Ash-Shahih Liman Baddala Din Al-Masih (jawaban atas kritik terhadap Islam oleh Kristen)
2. Radd ala al-Mantiqyyin (bantahan terhadap filsafat)
3. Kitab As-Siyasah As-Sar’iyyah (berhubungan dengan teori politik dan pemerintahan Islam)
4. Minhaj As-Sunnah An-Nabawiyyah (bantahan terhadap keyakinan Syi’ah ditulis    sebagai      jawaban atas Minhaj Al-Karamah oleh Ibnu Al-Mutahhir Al-Hilli).
5. Ziyarah Al-Qubur (kritik terhadap pengagungan para wali, tawasul dan kepercayaan tahyul)
6. Majmu’at ar-Rasa’il al-Kubra (mencakup risalah dari berbagai disiplin ilmu)
7. Majmu’at al-Fatawa (kumpulan fatwa dalam berbagai perkara)
8. Majmu’at ar-Rasa’il wa Majmu’at al-Masa’il (kumpulan risalah dan fatwa dalam berbagai perkara)
9. Majmu’at Syaikh al-Islam Ahmad Ibnu Taimiyah (berisi pemaparan jurispudensi Islam dan fatwa yang diucapkan Ibnu Taimiyah)

Kehidupan dipenjara

Hembusan-hembusan fitnah yang ditiupkan kaum munafiqin serta antek-anteknya yang mengakibatkan beliau mengalami tekanan berat dalam berbagai penjara, justru dihadapi dengan tabah, tenang dan gembira. Terakhir beliau harus masuk ke penjara Qal`ah di Dimasyq. Dan beliau berkata: Sesungguhnya aku menunggu saat seperti ini, karena di dalamnya terdapat kebaikan besar.

Dalam syairnya yang terkenal beliau juga berkata:

Apakah yang diperbuat musuh padaku !!!!

Aku, taman dan dikebunku ada dalam dadaku

Kemanapun ku pergi, ia selalu bersamaku

dan tiada pernah tinggalkan aku.

Aku, terpenjaraku adalah khalwat

Kematianku adalah mati syahid

Terusirku dari negeriku adalah rekreasi.

Beliau pernah berkata dalam penjara:

Orang dipenjara ialah orang yang terpenjara hatinya dari Rabbnya, orang yang tertawan ialah orang yang ditawan orang oleh hawa nafsunya.

Ternyata penjara baginya tidak menghalangi kejernihan fitrah islahiyah-nya, tidak menghalanginya untuk berdakwah dan menulis buku-buku tentang aqidah, tafsir dan kitab-kitab bantahan terhadap ahli-ahli bid`ah.

Pengagum-pengagum beliau diluar penjara semakin banyak. Sementara di dalam penjara, banyak penghuninya yang menjadi murid beliau, diajarkannya oleh beliau agar mereka iltizam kepada syari`at Allah, selalu beristighfar, tasbih, berdoa dan melakukan amalan-amalan shahih. Sehingga suasana penjara menjadi ramai dengan suasana beribadah kepada Allah. Bahkan dikisahkan banyak penghuni penjara yang sudah mendapat hak bebas, ingin tetap tinggal di penjara bersamanya. Akhirnya penjara menjadi penuh dengan orang-orang yang mengaji.

Tetapi kenyataan ini menjadikan musuh-musuh beliau dari kalangan munafiqin serta ahlul bid`ah semakin dengki dan marah. Maka mereka terus berupaya agar penguasa memindahkan beliau dari satu penjara ke penjara yang lain. Tetapi inipun menjadikan beliau semakin terkenal. Pada akhirnya mereka menuntut kepada pemerintah agar beliau dibunuh, tetapi pemerintah tidak mendengar tuntutan mereka. Pemerintah hanya mengeluarkan surat keputusan untuk merampas semua peralatan tulis, tinta dan kertas-kertas dari tangan Ibnu Taimiyah.

Namun beliau tetap berusaha menulis di tempat-tempat yang memungkinkan dengan arang. Beliau tulis surat-surat dan buku-buku dengan arang kepada sahabat dan murid-muridnya. Semua itu menunjukkan betapa hebatnya tantangan yang dihadapi, sampai kebebasan berfikir dan menulis pun dibatasi. Ini sekaligus menunjukkan betapa sabar dan tabahnya beliau. Semoga Allah merahmati, meridhai dan memasukkan Ibnu Taimiyah dan kita sekalian ke dalam surganya.

Pujian ulama’ Terhadapnya

Al-Allamah As-Syaikh Al-Karamy Al-Hambali dalam Kitabnya Al-Kawakib AD-Darary yang disusun kasus mengenai manaqib (pujian terhadap jasa-jasa) Ibnu Taimiyah, berkata: “Banyak sekali imam-imam Islam yang memberikan pujian kepada (Ibnu Taimiyah) ini. Diantaranya: Al-Hafizh Al-Mizzy, Ibnu Daqiq Al-Ied, Abu Hayyan An-Nahwy, Al-Hafizh Ibnu Sayyid An-Nas, Al-Hafizh Az-Zamlakany, Al-Hafidh Adz-Dzahabi dan para imam ulama lain.

Al-Hafizh Al-Mizzy mengatakan: “Aku belum pernah melihat orang seperti Ibnu Taimiyah ….. dan belum pernah kulihat ada orang yang lebih berilmu terhadap kitabullah dan sunnah Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam serta lebih ittiba’ dibandingkan beliau.”

Al-Qadhi Abu Al-Fath bin Daqiq Al-Ied mengatakan: “Setelah aku berkumpul dengannya, kulihat beliau adalah seseorang yang semua ilmu ada di depan matanya, kapan saja beliau menginginkannya, beliau tinggal mengambilnya, terserah beliau. Dan aku pernah berkata kepadanya: “Aku tidak pernah menyangka akan tercipta manasia seperti anda.”

Al-Qadli Ibnu Al-Hariry mengatakan: “Kalau Ibnu Taimiyah bukah Syaikhul Islam, lalu siapa dia ini ?” Syaikh Ahli nahwu, Abu Hayyan An-Nahwi, setelah beliau berkumpul dengan Ibnu Taimiyah berkata: “Belum pernah sepasang mataku melihat orang seperti dia …..” Kemudian melalui bait-bait syairnya, beliau banyak memberikan pujian kepadanya.

BEBERAPA CONTOH IJTIHAD BELIAU

Diantara beberapa contoh beliau adalah sebagai berikut:

  1. Ibnu taimiyyah berpendapat perceraian tidak  berlaku bagi pelakunya kecuali dia menghendakinya. Kalau ada seseorang bersumpah mencerai istrinya dan ia tidak menginginkannya dan tidak meniatkannya, maka itu adalah sumpah dan ia wajib membayar kafarah sumpah.[2]
  2. Masalah perceraian langsung tiga, menurut keempat imam hukumnya langsung jatuh perceraian ketiga meski diucapkan dalam satu pertemuan.[3] Akan tetapi menurut ibnu taimiyyah bahwa hukumnya tetap perceraian pertama(talak satu), baik diucapakan sekali atau berkali-kali.[4]
  3. Jarak diperbolehkannya shalat qoshor. Para ulama’ dulu dan sekarang sepakat bahwa ada ketentuan jarak diperbolehkannya shalat qoshor. Mereka berbeda pendapat dalam menentukan jarak diperbolehkannya shalat qoshor. Ada yang berpendapat jaraknya adalah dua hari perjalanan, ada yang berpendapat tiga hari dan ada juga yang berpendapat sehari perjalanan.[5]

Penentuan jarak diatas tidak disetujui oleh ibnu Taimiyyah, karena safar dalam ayatnya masih bersifat mutlak tanpa ada pembatasan di dalamnya. Begitu juga tidak ada dalam hadits yang membatasi atau menjelaskan jarak tersebut. Oleh karena itu ibnu taimiyyah membolehkan mengqoshor shalat setiap safar.


[1] . Wajah Dunia Islam hal. 149.

[2] . Majmu’ul Fatawa 30/161.

[3] . Subulus Salam, Ash-shan’ani 3/214.

[4] . Majmu’ul Fatawa 30/9.

[5] . Al-Mughni Ibnu Qudamah 2/256.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: