Posted by: fadilarahim | April 16, 2010

MENGUAK SIKAP GHULUW (BERLEBIH LEBIHAN) MAJELIS RASULULLAH

Ghuluw adalah berlebih-berlebihan dalam mengagungkan, baik dengan perkataan maupun dengan kepercayaan. Maksudnya, janganlah kalian mengangkat derajat makhluk melebihi kedudukannya yang telah Allah tetapkan padanya, karena jika kalian berbuat begini berarti kalian telah menetapkan pada kedudukan yang tidak sepatutnya dimiliki oleh selain Allah.

Pada akhir-akhir ini, telah menyebar di kalangan masyarakat sebuah pengajian yang menamakan diri dengan MAJELIS RASULULLAH, kalangan  ini sering sekali mengadakan acara-acara yang berbentuk Tabligh Akbar dan mereka meyakini bahwa Rasulullah hadir pada saat acaranya, Na’uzhu Billah. Ini suatu bentuk keyakinan yang berlebih lebihan pada rasulullah SAW.

Keyakinan ini bermula dari si pembohong Ahmad Tijani. Ia mengaku bahwa Nabi SAW mendatangi majlisnya dan mensucikannya, juga majlis-majlis orang yang mengikutinya pada jalannya yang sesat, sehingga orang-orang yang mengikutinya apabila mereka duduk untuk berkumpul dan bermain-yang mereka sebut dengan shalat pembuka- mereka mengaku dengan tanpa malu, bahwa melakukan itu satu kali lebih utama dari pada Al-Qur’an enam ribu kali.

Mereka menghamparkan kain putih di tengah halaqah mereka sebagai tempat duduk Nabi dan para halifah. Si pembohong at-Tijani mengaku bahwa itu adalah untuk menarik orang umum agar mengikutinya dalam kebohongan dan kebatilannya, ia mengaku dapat memperlihatkan kepada mereka apa yang belum dilihat. Memang benar, karena belum pernah ada kesesatan dan kekufuran seperti itu.

Kita berlindung kepada Allah dari kebutaan hati. At-Tijani telah mensyare’atkan sesuatu yang tidak diizinkan Allah, bahkan langit pun hampir tercengang karenanya. Sebagian mereka berkeyakinan bahwa Nabi SAW mengunjunginya dan mensyare’atkan sesuatu dari ajaran agama yang bertentangan dengan syare’at yang telah disempurnakan Allah dan telah diridhoi-Nya sebagai agama sebelum wafatnya beliau. Demikian juga yang disyare’atkan Asy-Sya’rani dalam buku al ‘Uhud al-Muhammadiyah. Ia mengaku bahwa gurunya, al-Khawash, tidak pernah berpisah dengan Nabi SAW walau sekejap mata. Semua ini adalah dusta dan bohong dan dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya serta para Ulama’.

Allah SWT berfirman:

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ وَلاَ تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ إِلاَّ الْحَقِّ

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu , dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar”.(an-Nisa’: 171)

Ayat ini sekalipun zhahirnya ditujukan kepada ahli kitab, mamun bersifat umum, berlaku untuk semua ummat. Ini sebagai perintah kepada kaum muslimin untuk tidak melakukan kepada Nabi Muhammad SAW seperti yang dilakukan umat Nashrani terhadap Isa dan seperti umat Yahudi terhadap Uzair. Sebagaimana yang disebutkan oleh Allah SWT.

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik”.(QS. Al-Hadid: 16)

Rasulullah bersabda:

لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ

“Janganlah kalian melampaui batas dalam memujiku (mengkultuskan) sebagaimana orang Nashrani mengkultuskan ‘Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah hamba-Nya, maka itu katakanlah ‘abdullahu wa rasuuluh (hamba Allah dan utusan-Nya”). (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan sabda Rasul SAW.

“Jauhilah oleh kamu sekalian sikap berlebih-lebihan, karena sesungguhnya sikap berlebih lebihan itulah yang telah menghancurkan umat-umat sebelum kamu.”

“Dari Ibnu Abbas bahwa rasulullah bersabda, “Binasalah orang yang berlebih-lebihan tindakannya.” (Beliau sebutkan kalimat ini tiga kali).” (HR. Muslim)

Syaikhul Islam rahimahulla mengatakan, “Barangsiapa diantara umat ini(Islam) yang menyerupai umat Yahudi dan Nasrani, dan berlebih-lebihan dalam agama atau merendahkan agama dan menyimpang darinya, berarti ia serupa dengan mereka”. Beliau juga mengatakan, Ali Ra, pernah membakar orang-orang yang bersikap berlebihan dari golongan Rafidhah, kemudian disitu dia dilempari. Para sahabat sepakat untuk membunuh mereka, hanya saja Ibnu Abbas berpendapat bahwa ia harus dibunuh dengan pedang, bukan dengan dibakar.

Demikianlah larangan Allah dan Rasul-Nya atas sikap ghuluw (berlebih-lebihan) terhadap manusia, baik itu para Nabi maupun orang sholeh. Oleh karena itu kami nasehatkan kepada kalangan yang masih lenket dengan ajaran tersebut bersegeralah untuk meninggalkannya karena itu sebuah kebohongan dan kedustaan.

Cara menanggulangi penyimpangan di atas adalah :

  1. Kembali kepada kitabullah dan sunnah Rasulullah untuk mengambil aqidah yang shahihah.
  2. Memberi perhatian kepada pengajaran aqidah shahihah, aqidah salaf, diberbagai jenjang pendidikan.
  3. Harus di tetapkan kitab-kitab salaf yang bersih sebagai materi pelajaran.
  4. Menyebar para da’I yang meluruskan aqidah umat islam dengan mengajarkan aqidah salaf serta menjawab dan menolak seluruh aqidah batil.

Responses

  1. suami n adik sy mengikuti mr bgamana cr menyadarkañya?

    • pertama: jelaskan pada adik dan suami ibu akan kesalahan ajaran mereka.
      kedua: suruh mereka untuk mempelajari islam yang benar, nanti secara tidak langsung mereka akan bisa menimbang sendiri. apakah yang selama ini mereka ikuti itu benar atau tidak. terima kasih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: