Posted by: fadilarahim | April 16, 2010

IMAM AL-MUBARAK ABDULLAH BIN AL-MUBARAK

(Ulama’ yang tsiqoh, faqih, alim, dermawan serta mujahid. Dalam dirinya terkumpul kebaikan)


1. Nama dan Kelahirannya

Nama lengkapnya: Abdullah bin Al-Mubarak bin Wadhih Al-Hanzhali, At-Tamimi, budak Abu Abdirrahman Al-Marwazi, Al-Imam, Syaihul islam dan pimpinan orang yang bertaqwa dimasanya.

Dari Al-Abbas bin Mush’ab dia berkata, “Ibu Abdullah bin al-mubarak berasal dari khawarazamiyah. Ayahnya berasal dari turki dan merupakan budak dari seorang pedagang dari daerah hamdzan dari bani handzalah.[1]

Tempat dan Tanggal lahirannya: beliau dilahirkan di salah satu kota yang ada di daerah khurasan yang bernama marwa pada tahun 118 Hijriyah.”

Meninggalnya: seperti yang dikatakan Al-Hasan Ar-Rabi’, “Aku telah menyaksikan meninggalnya ibnu Al-Mubarak pada tahun 181 Hijriah tanggal 10 Ramadhan, beliau meninggal pada saat sahur dan dikuburkan di daerah Hait.[2]

Konon mata Abdullah bin Al-Mubarak ketika meninggal dunia terbuka dan tersenyum, dan berkata,” Allah berfirman,”Untuk kemenangan serupa Ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja”

2. Usahanya Dalam Mencari Ilmu

Ibnu Al-Mubarak adalah orang yang pandai, cerdas dan kuat hafalannya, beliau sangat rakus dalam menuntut ilmu.

Ahmad berkomentar tentang beliau, “Pada zaman Ibnu Al-Mubarak, tidak ada orang yang rajin menuntut ilmu seperti Al-Mubarak. Dia telah pergi ke Yaman, Mesir, Syam, Bashrah dan Kufah. Dia telah mempelajari ilmu dari ulama-ulama yang ada di negara-negara tersebut. Ibnu Al-Mubarak menulis dari berbagai kalangan ulama’, baik ulama-ulama besar maupun ulama-ulama kecil, di antara ulama-ulama itu adalah Abdurrahman bin Mahdi dan Al-Farazi.

Salah satu contoh kuatnya hafalan beliau, diceritakan bahwa Ibnu Al-Mubarak pernah menghadiri khutbah jum’at, yang mana khutbahnya sangat panjang sekali. Kemudian setelah khutbahnya selesai beliau Ibnu Mubarak telah menghafalnya.

Disamping kuat hafalannya beliau juga sibuk menghafal hadits sampai diantara ulama ada yang menjulukinya dengan amirul mukminin di dalam hadits, dimana julukan(laqob) ini lebih tinggi daripada muhaddits, hafidz dan hakim.

3. Ibadah dan Rasa Takutnya Kepada Allah

Muhammad bin Al-Wazir memuji Abdullah bin Al-Mubarak, “Ketika aku bersama Abdullah bin Al-Mubarak berada dalam perjalanan, pada suatu malam, kami sampai pada sebuah tempat, rasa takut mulai menyelimutiku.

Kemudian, Ibnu Al-Mubarak turun dari kendaraannya dan gantian aku yang menaiki kendaraannya, sehingga kami bisa melewati tempat yang angker itu dengan selamat.

Ketika sampai pada sebuah sungai, aku turun dari kuda dan mengambil tikar kemudian berbaring. Aku melihat Ibnu Al-Mubarak mengambil air wudhu kemudian shalat hingga fajar. Aku selalu memperhatikannya, dan dan ketika fajar tiba, dia membangunkannku, “Bangun dan berwudhuklah.” Aku menjawab, “Aku masih mempunyai wudhu, “Kemudian aku sholat diatas batu besar. Dan setelah sholat, kami meneruskan perjalanan, dia tidak berbicara pada siang hari, dan kami sampai di rumah bersamanya.”

4. semangat jihad dan keberaniannya

Selain ilmunya yang luas, kezuhudan, kemuliaan, dan banyaknya ia beribadah, ia juga dihiasi dengan kegemaran berjihad dan mempunyai keberanian yang tinggi.

Diriwayatkan dari Al-Khatib dengan sanad dari Ubdah bin Sulaiman – nama lainnya adalah Al-Marwazi dia berkata, “Ketika kami sedang berada dalam satuan militer bersama Abdullah bin Al-Mubarak di negara Rum, tiba-tiba kami berpapasan dengan musuh.

Dan, ketika kami saling berhadapan, ada seorang yang keluar dari barisan musuh, dia mengajak untuk berduel, maka ada seseorang dari barisan kami maju menghadapinya, mereka berdua beberapa saat berduel, kemudian kawan kami itu membunuhnya. Kemudian ada seorang lagi, dan dia pun terbunuh, dan disusul seorang lagi, sehingga terjadi pertempuran yang sengit.

Diantara pertempuran itu ada seorang yang memakai cadar, setelah beberapa saat bertempur, cadarnya terkoyak dan diketahui banwa dia adalah Abdullah bin Al-Mubarak. Maka orang-orang berkata, “Kamu, wahai Abu Amr telah membuat kami takut!”

Selain dia terkenal dengan keberanian, kehormatan dan kegemarannya dalam berjihad, dia juga terkenal dengan perkataan dan sya’ir-sya’irnya yang indah.

Dari Muhammad bin Abu Sakinah, dia berkata, “Ketika Abdullah bin Al-Mubarak berada di Tharsus, dia mendiktekan kepadaku beberapa sya’ir, lalu aku membawa sya;ir-sya’ir itu kepada Al-Fudhail bin Iyadh, hal itu terjadi pada tahun 170 Hijriyah, sedangkan menurut riwayat dari abu Al-Ghonim kejadian itu terjadi pada tahun 177 Hijriyah. Diantara sya’ir-sya’ir itu adalah,

Wahai hamba haramain, jika kamu melihat kami

Maka kamu akan mengetahui ibadahmu main-main

Orang yang membasahi pipinya dengan air mata

Maka kami menipu dengan darah kami agar kamu tepengaruh

Dan, aku bertemu dengan Fudhail bin Iyyad di dalam Masjidil Haram sedang ia sibuk dengan bukunya, lalu aku memberikan sya’ir-sya’ir yang ditulis Al-Mubarak kepadanya, dan ketika dia membaca sya’ir-sya’ir itu, dia tak kuasa menahan air matanya, kemudian berkata, “Benar Abu Abdirrahman, dia telah menasehatiku. “Kemudian dia berkata, “Apakah kamu yang telah menulis ini?” Aku berkata, “Benar wahai Abu Ali. “Dia berkata, “Tulislah hadits ini sebagai balasan terhadap jerih payahmu yang telah membawa tulisan abu abdirrahman kepada kami.”kemudian Al-Fudhail bin Iyyadh mendiktekan kepadaku.

Yaitu bahwa diceritakan dari Manshur bin Al-Mu’tamir dari Abu Sholeh dari Abu Hurairah, dia berkata, “Seorang bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku sesuatu ibadah yang pahalanya bisa menyamai pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah.”

Maka Rasulullah bersabda, “Mampukah kamu menunaikan sholat kemudian tidak berbohong, dan bisakah kamu berpuasa dan tidak membatalkannya?”orang itu menjawab, “wahai rasulullah aku lemah menjalankan itu semua.”

Kemudian Nabi bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di kekuasaan-Nya, seandainya kamu mampu menjalani hal di atas, sungguh kamu tidak akan bisa menyamai keutamaan orang-orang yang berjihad di jalan Allah, karena ketahuilah bahwa kuda yang dipakai untuk berjihad saja, maka akan ditulis dengan kebaikan.”(HR. Al-Bukhari Dan Muslim)
5. sanjungan para ulama’ terhadapnya

Adz-Dzahabi berkata, “Sungguh, aku menyukai Ibnu Al-Mubarak karena Allah. Dengan merasa cinta kepadanya Allah juga memberikan sebagian kebaikan yang telah diberikan kepadanya, seperti ketakwaan, kerajinan dalam beribadah, keikhlasan, kegemaran untuk berjihad, mempunyai ilmu yang luas, kepandaian, kesederhanaan, bijak dalam memberikan fatwa dan sifat sifat yang terpuji.

Dari Syu’aib bin Al-Harb, dia berkata, “Ibnu Al-Mubarak tidak bertemu seseorang yang, kecuali dia lebih utama darinya,”

Al-Muktamar bin Sulaiman berkata, “Aku tidak melihat orang yang seperti Abdullah bin Al-Mubarak, keadilan terhadap sesuatu tidak ada yang bisa menyamainya.”[3]

6. Guru-Guru Dan Murid-Muridnya

Guru-guru beliau adalah Ar-Rabi’ bin Anas Al-Khurasani, Al-Auza’i, Said bin Abdil Aziz, Abu Abdirrabbi Az-Zahid, Abdurrahman bin Yazid bin Jabir, Hisan bin Al-Ghaz, ‘Utbah bin Abi Al-Hakam Al-Maidani, Ibrahim bin Abi Ablah, Abu Al-Mualla Shakhar bin Jandal Al-Beiruti, Shafwan bin Umar, Umar bin Muhammad bin Zaid Al-Askalani, Al-Hakam bin Abdillah Al-Abla, Yahya bin Abi Katsir, Ibnu Lahi’ah, Al-Laits bin Sa’ad, Sa’id bin Abi Ayyub, Harmalah bin Imran, Abu Suja’ Said bin Yazid, Al-A’masy, Ismail bin Abi Khalid, Yunus bin Abi Ishaq, Mujalid bin Said, Hisyam bin Urwah, Zaidah bin Qudamah, Yahyan bin Said Al-Anshori, Yahya bin Ubaidillah bin Mauhab, Usamah bin Zaid Al-Laitsi, Ibnu ‘Ajlan.

Diantaranya juga Ibnu Juraij, Ma’mar, Yunus bin Yazid, Musa bin Uqbah, Hisyam bin Sa’ad, Muhammad bin Ishaq, Abdullah bin Said bin Abi Hind, Malik bin Anas, Syufyan Ats-Tsauri, Hammad bin Zaid, Al-Mubarak bin Fadhalah, Sulaiman At-Taimi, Humaid Ath-Thawil, Auf Al-‘Arabi, Syu’bah, Hisyam bin Hasan, ‘Ashim bin Sulaiman Al-Ahwal, Abdullah bin Aun, Khalid Al-Hadza’ dan yang lain.

Al-Abbas bin Mush’ab dalam bukunya “Tarikhihi” mengatakan, “Aku menemukan guru al-mubarak ada delapan ratus orang.”

Dalam kitab “At-Tahdzib” Al-Mizzi menyebutkan bahwa guru ibnu al-mubarak sebanyak dua ratus dua puluh orang.

Murid-muridnya: Ats-Tsauri, Ma’mar bin Rosyid, Abu Ishaq Al-Fazari, Jakfar bin Sulaiman Adh-Dhaba’i, Baqiyah bin Al-Walid, Dawud bin Abdirrahman Al-Aththar, Ibnu Uyainah, Abu Al-Ahwash, Fudhail bin Iyyadh, Mu’tamar bin Sulaiman, Al-Walid bin Muslim, Abu Bakar bin Iyyasy dan masih banyak lagi dari guru-guru dan orang yang hidup sejaman dengannya.

7. karya-karyanya

1)      At-Tafsir; sebagaimana yang disebutkan Ad-Dawudi dalam kitab Thabaqat Al-Mufassirin, 1/250. cet. Dar kutub Al-Ilmiyah

2)      Al-Mushnad; sebagaimana diriwayatkan Al-Hasan bin Syufyan bin Amir Al-Nasawi, 303 Hijriah. Tulisan tangan dari sebagian buku ini berada pada golongan Adz-Dzhahiriyyah. Disebutkan dalam kitab “Majmu’,” 18/5. Al-Aqsam juz 1,2 dari halaman 107-124. seperti yang disebutkan dalam Tarikh At-Turats karya Fuad Sazkin. 1/138.

3)      Kitab Al-Jihad; Tahqiq Dr. Nazi’ah Hammad, dosen Universitas Raja Abdul-Aziz di Makkah, cet silsilah Al-Buhuts Al-Islamiyah.

4)      Kitab Al-Birri Wa Ash-Shalah; seperti disebutkan Ibnu An-Nadim, Al-Baghawi dan Fuad Sazkin dalam kitab “Tarikh At-Turats” 1/138. ditemukan juga dalam Al-Ishobah 1/764 dan 4/362.

5)      As-Sunan; seperti disebutkan Ad-Dawudi 1/250, Ibnu An-Nadhim dan Al-Baghawi dalam kitab As-Sunan Fi Al-Fiqih.

6)      Kitab At-Tarikh; seperti disebutkan ibnu an-nadhim dan Al-Baghdadi.

7)      Arbain Fi Al-Hadits; sebagaimana disebutkan oleh Al-Baghdadi dan Haji Halifah dalam kitab Al-Arba’in.

8)      Raqa’ Al-Fatawa; seperti disebutkan Haji Halifah dan Al-Baghdadi.

9)      Dan lain lain.


[1] . Tarekh Baghdad karya Khatib Al-Baghdadi, 10/153

[2] . tarikh dimasyiq, 38/380.

[3] . Tahdzib Al-Kamal, 16/15-16.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: