Posted by: fadilarahim | March 13, 2010

NIDHOMUL HISBAH

Pengertian hisbah secara bahasa dan istilah

Secara bahasa adalah menghitung, sedangkan secara istilah memerintahkan pada kebaikan apabila sudah jelas ditinggalkan,dan mencegah kemungkaran apabila sudah jelas dilaksanakan.

Dalil diperintahkannya hisbah

Dasar disare’atkan hisbah sudah ditetapkan dalam al-qur`an dan as-sunnah. Sebagaimana firman Allah dalam surat ali imran.

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar[1]; merekalah orang-orang yang beruntung.

Sedangkan sabda rasulullah.

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه ومن لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الإيمان

Barangsiapa yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya apabila tidak bisa maka rubahlah dengan mulutnya apabila tidak bisa maka rubahlah dengan hatiny yang demikian itu adalah selemah-lemah iman

Kedudukan hisbah dalam islam

Hisbah dalam islam memiliki peran yang sangat penting karena mencakup amar ma’ruf nahi mungkar.

Hikmah diperintahkannya hisbah

Hikmah disyari’atkan hikmah adalah untuk menyampaikan dakwah al-islamiyah, kemudian hikmah selanjutnya adalah untuk menanggulangi adzab dari Allah, dan mengharapkan rahmat dari Allah.

Rukun-rukun amar ma’ruf nahi munkar

  1. Orang yang mencegah kemungkaran. Dalam hal ini ada beberapa syarat. Diantaranya:
    1. Harus orang muslim, orang yang melaksanakan amar ma’ruf hendaknya orang yang muslim, karena perkara hisbah ini demi menolong agama. Dan tidak diwajibkan bagi orang kafir.
    2. Mukalaf, orang yang gairu mukallaf tidak mendapatkan kewajiban untuk melaksanakan hisbah,
    3. Adil, hendaknya bagi muhtasib brsikap adil dalam    melaksanakan amar ma’ruf dan tidak fasik. Maksudnya adalah hendaknya dia mengerjakan apa yang ia ketahui.
    4. Orang yang berilmu, ilmu adalah syarat bagi muhtasib, supaya dia mengetahui kemungkaran yang hendak ia larang.
    5. Ada perintah dari imam,
    6. Dan benar-benar sanggup melakukanya.

Namun apabila rofidoh mereka mengatakan “siapapun tidak boleh menyuruh kepada yang ma’ruf selagi imam yang ma’sum belum keluar” ini pendapat yang salah.

  1. Yang akan dihadapi benar-benar kemungkaran.

Kemungkaran adalah inti dari amar ma’ruf nahi mungkar, dari itu hendaknya kita mengetahui syarat-syarat kemungkaran yang harus kita kenal. Diantara adalah:

  1. hendaknya yang dilarang itu jelas-jelas kemungkaran.
  2. hendaknya kemungkarang itu benar-benar ada.
  3. hendaknya kemungkaran itu bukan masalah khilafiya diantara para fuqaha’.
  4. Orang yang di ingkari.

Ada beberapa hal yang perlu didahulukan dalam beramal ma’ruf diantaranya adalah:

  1. dimulai dari kerabat dekat, kemudian baru yang jauh
  2. orang kafir
  3. pemerintah
  4. hakim
  5. Caranya(metode)

Dalam mencegah kemungkaran terdapattahapan-tahapan yang harus dilakukan tidak boleh grasah-grusuh

Pertama: Hendaknya mencegahnya dengan tangan, hal ini dilaksanakan apabila kita mampu melaksanakannya.

Kedua: Hendaknya kita mencegahnya dengan lisan kita, dalam hal ini ada tahapannya. Diantaranya adalah sebagai berikut:

dengan pengenalan.

Nasehat.

Celaan dan teguran keras.

Menakut-nakuti dengan ancaman atau pukulan.

Mencegah secara paksa.

karena diriwayatkan “suatu ketika Abu Darda’ pernah melewati sebuah tepat yang ketika itu terdapat sekelompok orang masih melakukan kema’siatan kemudian ada beberapa orang yang mencaci makinya kemudian abu darda’ mengatakan kepada mereka apakah kalian apabila melihat saudara kalian masuk kedalam sumur kemudian kalian menambah menenggelamkanya mereka menjawab tidak kami akan menolomg mereka maka begitu pula dengan mereka pelaku kema’siatan kalian harus menolong mereka karena mereka adalah saudara kalian”22

ketiga, hendaknya dengan hati, hal ini dilaksanakan apabila tidak mampu melaksanakan tahapan yang pertama dan yang kedua, tahapan ini wajib bagi kaum muslimin melaksanakannya.

Kapan diwajibkannya hisbah

Diwajibkan bagi seluruh kaum muslimin untuk melaksanakan amar makruf dan nahi mungkar dengan hatinya apabila dia mengetahui atau mendengarkan kemungkaran.

Adapun melaksanakan amar makruf dan nahi mungkar dengan tangan atau lisan, diwajibkan bagi yang memiliki kekuatan untuk melaksanakannya.

Kapan diharamkan hisbah

Diharamkan untuk melaksanakan kemungkaran apabila dengan diadakannya itu malah tumbuh kemungkaran selanjutnya. Begitu juga diharamkan melaksanakan kemungkaran apabila setelah melaksanakannya malah timbul bahaya seperti pembunuhan atau musibah bagi kehormatannya, dan tidak mendatangkan mashlahat atau bekas dalam beramal ma’ruf nahi mungkar.


[1] . Ma’ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: