Posted by: fadilarahim | March 11, 2010

SEBAB TERJADINYA KEKAFIRAN

Abdul ‘Aziz bin Abdullah ar-Rojihi mengatakan bahwa kekafiran itu terjadi dengan empat perkara,[1] diantaranya adalah:

Pertama: Mengingkarai suatu perkara yang penting dalam agama ini.

Kedua: Dengan perbuatan kekafiran.

Ketiga: Dengan ucapan yang mengandung kekafiran.

Keempat: Meninggalkan atau berpaling dari agama Allah.

Kekafiran akan terjadi dengan keyakinan apabila ia meyakini bahwasanya Allah memiliki teman dan anak, atau meyakini bahwa Allah memiliki sekutu dalam kerajaan dan dalam mengatur alam semesta, atau meyakini bahwa adanya seseorang yang sama degan Allah dalam nama-namanya, sifat-sifatnya, dan perbuatannya, atau meyakini bahwa ada seseorang yang berhaq diibadahi selain Allah, atau meyakini bahwa Allah memiliki sekutu dalam rububiyahNya, maka ia dikafirkan dengan keyakinan ini dengan kufur besar(akbar) yang mengeluarkan pelakunya dari agama islam.

Keyakinan akan terjadi dengan berbuatan apabila seseorang sujud ke patung, atau melakukan sihir, atau melakukan satu cabang dari macam-macam syirik, seperti berdo’a pada selain Allah, dan menyembelih pada selain Allah, atau bernadzar pada selain Allah atau thowaf selain di ka’bah untuk mendekatkan diri padanya, maka ia akan dikafirkan dengan perbuatannya.

Kekafiran akan terjadi dengan perkataan seperti, apabila mencela Allah, atau mencela rasulnya, atau mencela agama islam, sebagaimana firman Allah:

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS. At-Taubah: 65)

Kekufuran dengan pengingkaran dan keyakinan, pada dasarnya keduanya itu sama dan kadang juga ia berbeda, seperti mengingkari perkara yang terpenting dalam agama islam ini, misalnya: mengingkari rububiyyah Allah, mengingkari uluhiyah Allah, mengingkari para Malaikat, mengingkari para Rasul, mengingkari kitab yang diturunkan oleh Allah, mengingkari hari kebangkitan, serta mengingkari jannah, neraka, hari pembalasan, hisab, wajibnya sholat dan lain sebagainya.

Kekufuran dengan berpaling dari agama Allah adalah seperti menolak agama Allah, berpaling dari agama Allah seperti tidak mempelajarinya, tidak beribadah kepada Allah, maka ia kafir atas penolakannya, seperti firman Allah:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنذِرُوا مُعْرِضُونَ

Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka.( QS. Al-Ahqof: 3 )

Dan firmanNya juga

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنتَقِمُونَ

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang Telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, Kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. (QS. As-Sajadah: 22)

Kesimpulannya adalah, kekufuran bisa terjadi dengan keyakinan, dengan mengingkaran, dengan perkataan dan perbuatan, dengan berpaling, dengan meninggalkan dan melonak.

Akan tetapi apabila ia terpaksa mengucapkan perkataan kufur, atau perbuatan kufur maka ia mendapatkan udzur, seperti kalau tidak mengucapkan atau melakukan ia akan dibunuh, kemudian ia mengucapkan dan melakukan atas paksaan tersebut namun hatinya tetap dalam keimanan maka ia mendapatkan udzur atas kejadian ini. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi:

Orang yang melakukan kekafiran itu ada lima kondisi:

  1. Apabila melakukannya dengan sukarela, maka ia kafir.
  2. Apabila melakukannya dengan bermain-main maka ia kafir.
  3. Apabila melakukannya dengan ketakutan maka ia kafir.
  4. Apabila ia melakukannya dengan terpaksa dan hatinya rela dengan kekafiran maka ia kafir.
  5. Akan tetapi kalau ia melakukan kekafiran atas dasar paksaan dan hatinya masih dalam keadaan iman maka ia tidak kafir, sebagaimana firman Allah:

مَن كَفَرَ بِاللّهِ مِن بَعْدِ إيمَانِهِ إِلاَّ مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالإِيمَانِ وَلَـكِن مَّن شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْراً فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (Dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (Dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, Maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. (QS. An-Nahl: 106)

Syaikh Sholeh Fauzan bin Abdullah al-Fauzan mengatakan bahwa kekufuran dan pemurtadan terjadi dengan malakukan perkara yang membatalkan keislaman, maka barangsiapa yang melakukan perbuatan yang membatalkan keislaman yang sudah terkenal dikalangan ahlul Ilmi maka ia murtad dan kafir. Kami menghukuminya secara dhohir dari perkataan dan perbuatannya, akan tatapi kalau permasalahan hati tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah.[2] Diantara pembatal keislaman adalah:

  1. syirik
  2. tidak mengkafirkan orang kafir atau ragu dengan kekafiran mereka atau membenarkan madzhab mereka
  3. menyakini adanya petunjuk yang lebih sempurna dari petunjuk Nabi Muhammad ` , atau menyakini adanya hukum yan lebih baik dan lebih sempurna dari hukum islam
  4. membenci ajaran yang dibawa oleh Rasolullah ` (islam)
  5. memperolok – olok dien islam
  6. sihir
  7. tolong menolong dengan kaum kafir dan membantu mereka dalam memerangi kaum muslimin
  8. menyakini bahwa adanya manusia yang terbebas dari syari’at islam

berpaling dari dinullah (islam)


[1] al-As ilah bainal iman wal kufur, oleh syaikh ‘Abdul ‘Aziz ar-Rojihi.

[2] al-As ilah bainal iman wal kufur, oleh Syaikh Sholeh Fauzan bin Abdullah al-       Fauzan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: