Posted by: fadilarahim | March 11, 2010

KEUTAMAAN MAJELIS DZIKIR DAN TAUHID

Rasulullah bersabda dalam hadits qudsi, yang bunyinya:

– حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَنَادَوْا هَلُمُّوا إِلَى حَاجَتِكُمْ قَالَ فَيَحُفُّونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا قَالَ فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ مِنْهُمْ مَا يَقُولُ عِبَادِي قَالُوا يَقُولُونَ يُسَبِّحُونَكَ وَيُكَبِّرُونَكَ وَيَحْمَدُونَكَ وَيُمَجِّدُونَكَ قَالَ فَيَقُولُ هَلْ رَأَوْنِي قَالَ فَيَقُولُونَ لَا وَاللَّهِ مَا رَأَوْكَ قَالَ فَيَقُولُ وَكَيْفَ لَوْ رَأَوْنِي قَالَ يَقُولُونَ لَوْ رَأَوْكَ كَانُوا أَشَدَّ لَكَ عِبَادَةً وَأَشَدَّ لَكَ تَمْجِيدًا وَتَحْمِيدًا وَأَكْثَرَ لَكَ تَسْبِيحًا قَالَ يَقُولُ فَمَا يَسْأَلُونِي قَالَ يَسْأَلُونَكَ الْجَنَّةَ قَالَ يَقُولُ وَهَلْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُ فَكَيْفَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَوْ أَنَّهُمْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ عَلَيْهَا حِرْصًا وَأَشَدَّ لَهَا طَلَبًا وَأَعْظَمَ فِيهَا رَغْبَةً قَالَ فَمِمَّ يَتَعَوَّذُونَ قَالَ يَقُولُونَ مِنْ النَّارِ قَالَ يَقُولُ وَهَلْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَا وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُ فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا قَالَ يَقُولُونَ لَوْ رَأَوْهَا كَانُوا أَشَدَّ مِنْهَا فِرَارًا وَأَشَدَّ لَهَا مَخَافَةً قَالَ فَيَقُولُ فَأُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ قَالَ يَقُولُ مَلَكٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ فِيهِمْ فُلَانٌ لَيْسَ مِنْهُمْ إِنَّمَا جَاءَ لِحَاجَةٍ قَالَ هُمْ الْجُلَسَاءُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki beberapa malaikat yang tugasnya berkeliling untuk mencari orang-orang yang sedang berdzikir (kepada Allah). Maka, ketika mereka mendapatkan kaum yang sedang berdzikir kepada Allah, mereka saling mengingatkan, “Tempati posisi kalian masing-masing.’ Mereka pun mengepakkan sayapnya lalu mengelilingi orang-orang yang berdzikir. Setelah itu, mereka kembali kelangit dunia. Lalu tuhan mereka bertanya kepada mereka – sedangkan Allah lebih mengetahui daripada mereka, ‘apa yang dibaca oleh hamba-hamba-Ku?’ para malaikat menjawab, ‘mereka bertasbih, bertakbir, bertamjit ‘mengagungkan’, dan bertahmid kepada-Mu.’ Allah bertanya,’ Apakah mereka bisa melihat-Ku?’ para malaikat menjawab, ‘Tidak. Demi Allah mereka tidak dapat melihat engkau.’ Allah bertanya, ‘Bagaimana jika mereka bisa melihat-Ku? ‘Para malaikat menjawab, ‘jika mereka bisa melihat engkau, niscaya mereka akan lebih rajin beribadah, ber-tamjid, dan bertasbih kepada engkau,’ Allah bertanya,’ apa yang mereka harapkan dari-Ku? ‘Para Malaikat menjawab,’surga,’ Allah bertanya,’ Apakah mereka bisa melihat surga?’ Para Malaikat menjawab,’Demi Allah mereka tidak melihatnya,’Allah bertanya bagaimana Jika mereka bisa melihat surga?,’ Mereka akan semakin semangat, rajin, dan ambisi untuk selalu mendapatkannya. ‘Allah bertanya, ‘Mereka hendak mendapatkan perlindungan dari apa? ‘para malaikat menjawab, ‘dari neraka.’ Allah bertanya, ‘Apakah mereka bisa melihat neraka? ‘Para Malaikat menjawab, ‘Tidak, Wahai Tuhan, Mereka tidak bisa melihat neraka.’ Allah bertanya, ‘Bagaimana jika mereka bisa melihat neraka? ‘para malaikat menjawab, ‘seandainya mereka bisa melihat nereka, niscaya mereka akan semakin takut dan semakin menghindar dari neraka.’ Allah berfirman, ‘Aku jadikan kalian sebagai saksi bahwa aku telah mengampuni dosa-dosa mereka.’

Salah seorang Malaikat melaporkan bahwa salah seorang yang hadir di dalam majlis dzikir itu tidak ikut berdzikir. Allah berkata mereka  itu tidak ternodai oleh teman duduk mereka di dalam majlis dzikir itu.” (HR. Bukhari:6408)


Sanad hadits:

Qutaibah: beliau adalah Ibnu Said, Ibnu Hajar mengomentari, bahwa beliau adalah tsiqoh.

Jarir: Adalah Ibnu Abdil Hamid. Abu Said Al-Ala’i berkata dalam kitabnya “Al-Mukhtalatin” bahwa beliau adalah salah satu dari rijal shohehain, akan tetapi imam baihaqi berkata bahwa beliau dalam akhir riwayatnya mengalami keburukan hafalan.

Dari Abi Sholeh: Ibnu Hajar belum menemukan hadits dari jalur a’masy kecuali dengan lafadz an-an, akan tetapi imam bukhari sangat yakin tentang bersambungnya hadits ini, karena syu’bah meriwayatkan dari a’masy, dan Syu’bah tidak pernah menyampaikan suatu hadits dari sheikhnya yang suka mentadlis kecuali dia benar-benar mendengarnya.

Sekilas tentang Abu Hurairah sebelum masuk islam adalah Abu Syamsi, kemudian setelah beliau masuk islam ia diberi nama oleh Rasulullah dengan nama Abdurrahman bin Shohrin Adduwaysie, beliau adalah salah seorang sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah, beliau meriwatkan hadits sebanyak 5374 hadits. Dan lebih dari 800 orang yang meriwatkan hadits darinya.

Keterangan hadits

Sabda rasul yang bunyinya إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً (Sesungguhnya Allah memiliki malaikat)ditambah dalam riwayat lain, ismail menambah dengan “fadhlan”(beberapa).

Dalam hadits “Berkeliling untuk mencari orang-orang yang sedang berdzikir (kepada Allah)” dalam riwayat Suhail “mengikuti majelis dzikir” dalam hadits Jabir bin Abi Ya’la “Sesungguhnya Allah memiliki beberapa malaikat yang seringkali berkeliling, mereka berdiam dalam majelis dzikir yang ada di bumi”

Sabda Rasulullah فَإِذَا وَجَدُوا قَوْمًا “Apabila mendapatkan suatu kaum” dalam riwayat fudail bin iyad “Apabila melihat suatu kaum” dari riwayat Suahail “apabila mendapatkan suatu majelis yang didalamnya ada dzikir”

Sabda Rasulullah تَنَادَوْا (mereka saling mengingatkan) adapun dalam riwayat ismail يتَنَادَوْا meskipun artinya sama.

Sabda Rasulullah هَلُمُّوا disini memakai bahasa nejet memakai jama’, adapun orang hijaz, memakai lafadz mufrad akan tetapi berguna untuk semua baik mutsanna ataupun jama’.

Sabda Rasulullah إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا dalam riwayat kasmihani tanpa alif lam, dalam riwayat suhail mereka para malaikat duduk bersama orang yang dzikir, dan mereka saling menaungi dengan sayapnya sampai penuh kelangit dunia.

Kandungan Hadits

  1. Hadits ini menyebutkan keutamaan majelis dzikir dan orang orang yang berdzikir, dan keutamaan berkumpul(bermajelis) dalam rangka berdzikir, sebagai kemuliaan bagi orang yang berdzikir dan orang yang ikut dalam majelis dzikir meskipun dia tidak ikut serta atau tidak mengetahui intinya.
  2. Hadits ini juga menjelaskan kecintaan dan perhatian malaikat terhadap manusia. Rasulullah bersabda:

“Tidaklah segolongan orang mengingat Allah, melainkan malaikat menghormati mereka, rahmat menyelubungi mereka, ketenangan turun kepada mereka dan Allah mengingat mereka bersama orang-orang yang ada di sisi-Nya.” (Diriwayatkan Muslim dan At-Tirmidzy)

Rasulullah bersabda:

apabila kalian melewati taman-taman surga, maka beristirahatlah kalian (padanya). “Mereka para (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan taman-taman surga itu? “Beliau menjawab “Halaqoh-halaqoh (majelis-majelis) dzikir. Apabila mereka mendatangi suatu khalaqoh dzikir, maka mereka(para malaikat) mengerumuninya (bergabung dengan mereka) (HR. turmudzi dan baihaqi)

  1. Dalam hadits ini juga, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dzikirnya anak Adam(manusia) lebih tinggi dan lebih mulia dari dzikirnya para malaikat, karena manusia banyak disibukkan dengan kesibukan dunia dan tidak mengetahui alam go’ib, berbeda dengan malaikat. Hal ini menunjukkan bahwa adanya tauhid dalam diri anak adam, mereka senantiasa selalu berdzikir pada Allah, meskipun tidak melihat Allah secara langsung.
  2. Disini dijelaskan bahwa tidak benarnya orang zindik yang mengaku bahwasanya mereka melihat Allah SWT. Langsung semenjak di dunia. Sebagaimana sabdanya:
  3. Diperbolehkannya bersumpah pada suatu perkara, sebagai penguat atasnya dan meyakinkan dengannya.
  4. hadits ini juga menjelaskan bahwa surga itu mencakup sesuatu yang menyenangkan, sedangkan neraka mencakup sesuatu yang dibenci.

Demikianlah pembahasan kami, sekilas tentang beberapa keutamaan majelis dzikir. Namun keutamaan yang lain sebenarnya masih ada seperti dzikir, merupakan salah satu taman surgawi seperti hadits dari anas yang diriwayatkan oleh tirmidzi no: 3432. Serta majelis dzikir adalah salah satu penyebab turunnya rahmat dan ketenangan seperti sabda rasulullah yang diriwatkan oleh muslim dalam hadits yang ke:4868.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: